Apakah Rokok Elektrik (Vaporizer) Aman - Diskusi Rokok Elektrik

VAPORIZER atau Rokok Elektrik sekarang ini sedang marak-maraknya digunakan oleh muda - mudi jaman sekarang, banyak yang beranggapan Rokok Elektrik (VAPORIZER) itu aman dan juga banyak yang beralih dari kebiasaan merokok menjadi ngeVape, nah pertanyaannya apakah Rokok Elektrik itu benar-benar aman atau tidak? untuk itu mari kita bahas disini mengenai aman atau tidaknya Rokok Elektrik (VAPORIZER).


Efek Samping Rokok Elektrik (VAPORIZER)
Dari pengalaman saya pribadi mengenai penggunaan Rokok Elektrik saat ini bisa dibilang tidak ada efek samping yang terlalu signifikan, tidak seperti efek samping yang ada pada rokok reguler, menurut saya pribadi jika ada yang mengatakan rokok elektrik dapat menghilangkan kebiasaan merokok reguler itu tanggapan yang salah besar, menghilangkan kebiasaan merokok reguler itu tegantung niat seseorang karena kandungan Nikotin dan TAR yang terkandung dalam rokok reguler menyebabkan seseorang kecanduan merokok berbeda dengan kandungan nikotin yang terdapat pada rokok elektrik (VAPORIZER), bisa dikatakan pengguna rokok elektrik sebagian besar masih meneruskan kebiasaanya merokok reguler, hanya saja kebiasaan merokok reguler itu dapat dikurangi dengan menggantinya dengan menggunakan rokok elektrik. Lalu apa sih efek samping dari rokok elektrik itu?

  1. Jika terlalu sering merokok elektrik, maka bibir menjadi panas (kering)
  2. Kepala menjadi pusing
  3. Bau mulut
  4. Tenggorokan tidak nyaman
  5. Repot harus sering mengganti kapas dan kawat yang ada pada Rokok Elektrik
  6. Jika terlalu sering menggunakan bisa sesak nafas
  7. Batuk-Batuk
  8. Jika terlalu sering menggunakan dalam jarak waktu berdekatan maka akan beresiko Tank meledak

Penelitian mengenai bahaya dan manfaat rokok elektrik
  • Tahun 2013 Tobacco Control Study – Mengganti rokok tembakau dengan rokok elektrik atau vaporizer/ vape secara substansial dapat mengurangi efek negatif dari berbagai jenis rokok tembakau.
  • Tahun 2013 Drexel University Study – Bahan Kimia yang terkandung pada rokok elektrik tidak mengganggu kesehatan.
  • Tahun 2013 ClearStreami-Life Study – Penelitian ini menyatakan bahwa rokok elektrik/vape memiliki bahan berbahaya lebih sedikit dari rokok tembakau.
  • Tahun 2012 Indoor Air Study – Membandingkan vape/rokok elektrik dengan rokok tembakau, dan menyimpulkan bahwa rokok vaporizer mengandung lebih sedikit volatile organic compounds (VOCs) daripada rokok tembakau.
  • Tahun 2010 Journal of Public Health Study – Penelitian ini mengemukakan bahwa level carnicogen yang ditemukan di vaporizer lebih sedikit dari rokok tembakau.

Keunggulan menggunakan rokok elektrik sebagai pengganti rokok tembakau

Pada Tahun 2014 Addiction Journal Study – dari beberapa pengguna rokok tembakau yang berusaha untuk berhenti, mereka yang menggunakan rokok elektrik (Vape) merasa lebih dapat menahan keinginan mereka merokok tembakau daripada yang tidak menggunakan vape.

Pada Tahun 2013 Addictive Behaviors Study – e-cig dapat menahan rasa ingin merokok bagi mantan perokok dan mengurangi efek kecanduan merokok tembakau.

Pada Tahun 2013 Lancent Medical Journal Study -menemukan bahwa rokok elektrik terbukti lebih efektif dalam membantu perokok tembakau untuk berhenti merokok, dengan tingkat yang sama seperti nicotine patches.

Pada Tahun 2013 PLoS ONE Study - Vape mengurangi konsumsi rokok dan mengurangi ketergantungan perokok pada rokok tembakau tanpa menimbulkan efek samping yang signifikan.

Pada Tahun 2012 Society for Research on Nicotine and Tobacco – beberapa rokok elektrik menyalurkan level nikotin yang sama dan mengurangi combustion toxicants setelah berganti dari rokok tembakau.

Pada Tahun 2011 Boston University Study – rokok elektrik mengurangi keingin perokok untuk meroko, efek yang sama yang juga dihasilkan oleh nicotine inhalers.

Pada Tahun 2011 BioMed Central Public Health Study – menyimpulkan bahwa para perokok secara bertahap mengurangi konsumsi rokok tembakau mereka (tanpa efek samping yang signifikan ) dengan rokok elektrik.

Pada Tahun 2010 Tobacco Control Study – Menemukan bahwa rokok elektrik mengurangi keinginan mantan perokok tembakau untuk meroko dan memiliki ‘pharmacokinetic profile’ seperti yang ditemukan di Nicorette inhalator leebih banhyak dari yang ditemukan di tembakau.


Sekian informasi yang dapat saya sampaikan, semoga postingan yang berjudul "Apakah Rokok Elektrik (Vaporizer) Aman - Diskusi Rokok Elektrik" Bermanfaat untuk anda, jika anda memiliki tanggapan mengenai postingan ini silahkan beri komentar dibawah ini.


Cara ampuh menghentikan kebiasaan merokok
Dari jaman ke jaman merokok adalah sesuatu yang biasa dilakukan oleh banyak orang di dunia ini, survey membuktikan kalo di dunia ini sekitar 50% penduduk dunia melakukan kebiasaan merokok walaupun mereka menyadari bahaya dari merokok tetapi tetap saja kebiasaan buruk dari merokok tetap dilakukan, karena di dalam kandungan rokok terdapat ribuan jenis zat berbahaya yang menyebabkan seseorang ketagihan merokok, seperti juga halnya narkoba dan minuman keras,  Anda jangan heran apabila banyak perokok yang sudah berencana berhenti merokok namun gagal karena berbagai sebab. Baca selengkapnya...

Labels: Berita

Thanks for reading Apakah Rokok Elektrik (Vaporizer) Aman - Diskusi Rokok Elektrik. Please share...!

0 Comment for "Apakah Rokok Elektrik (Vaporizer) Aman - Diskusi Rokok Elektrik"


Tolong komentarnya berhubungan dengan artikel yang ada. Komentar yang mengarah ke tindakan spam akan di hapus atau terjaring secara otomatis oleh spam filter.

Back To Top